Pages

Labels

Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 November 2012

Wow, Ternyata Ada Matahari Tengah Malam di Lapland!

Wow, Ternyata Ada Matahari Tengah Malam di Lapland!


LAPLAND Merupakan sebuah provinsi yang ada di Finlandia yang memiliki luas wilayah 98.946 km² dengan populasi penduduk berjumlah 187.777 jiwa (2002). Ibu kotanya ialah Rovaniemi. Provinsi ini ternyata memiliki sebuah fenomena unik yang indah untuk dipandang, yaitu matahari di tengah malam.
Hal ini terjadi Karena lokasinya yang memang berada di lingkar kutub, selama dua puluh empat jam dalam dua bulan setiap tahun provinsi ini akan disinari oleh matahari sepanjang hari tanpa henti. Fenomena unik ini biasanya disebut midnight sun atau matahari tengah malam.
Fenomena ini biasanya akan terjadi setiap bulan Juni dan Juli. Wisatawan yang mengunjungi Lapland dapat melihat secara langsung cahaya unik dari matahari tengah malam, yang tidak memberi batas antara siang dan malam di sini. Hal ini memungkinkan bagi para pelancong untuk mendaki gunung Lapland di malam hari atau bahkan melakukan olahraga golf selama 24 jam non-stop.
Salah satu tempat favorit wisatawan untuk wisata golf yang terdapat di Lapland adalah Bjorkliden GC, lapangan golf yang terletak paling utara provinsi ini. Letaknya berbatasan langsung dengan beberapa pegunungan yang merupakan perbatasan negara antara Swedia dan Finlandia serta Danau Tornestrask.
Selain dapat menikmati sensasi bermain golf tengah malam, aktivitas wisata lainnya yang juga digemari di Lapland adalah bermain ski di Riskgransen, yang merupakan resor ski paling utara di Eropa. Tidak seperti resor ski lainnya di Eropa, Riksgransen tidak memiliki temperatur dingin, sehingga para pencinta ski tidak perlu takut kedinginan.
Hal ini dikarenakan fenomena matahari tengah malam tadi, yang membuat matahari tetap bersinar sehingga membuat wilayah ini tetap hangat sekaligus masih memiliki salju untuk para pemain ski berseluncur.
Lapland juga merupakan rumah bagi hotel es pertama dan terbesar di dunia. di hotel ini, para tamu akan tidur diantara bongkahan es yang dilapisi seprai berbahan kulit rusa. Mulai dari lilin hingga kursi dan meja, semua yang ada di hotel ini terbuat dari es.
Hotel ini dibangun pada 1989, di desa kecil Jukkasjarvi. hotel ini dibangun oleh para pemahat es lokal yang berasal dari hotel ini. Biasanya Hotel Es ini hanya dibuka pada musim dingin saja. Spesial untuk tahun ini, Hotel Es terbuka juga di musim panas. Seperti biasa, air untuk membuat balok es ini berasal dari Sungai Torne, yang tidak jauh dari hotel.

Ilmuan akan Ciptakan Matahari di Bumi

Ilmuwan akan membuat matahari di bumi dalam beberapa bulan ke depan dengan menggunakan laser terbesar di dunia berukuran tiga kali lapangan sepak bola Amerika.
Laser di Lawrence Livermore National Laboratory di California ukurannya kurang lebih sama dengan tiga lapangan football Amerika, dan mereka yang bertugas di laboratorium tersebut tidak bercanda ketika mereka mengatakan akan menciptakan matahari kecil dalam beberapa bulan ke depan.
Proyek tersebut disebut National Ignition Facility yang akan menemukan sumber rahasia dari produksi energi yakni fusi nuklir, reaksi energi tinggi yang secara teoritis akan menghasilkan energi tidak terbatas bagi kemanusiaan.
Laboratorium berharap bisa membelah cahaya menjadi 192 cahaya kecil, lalu menembak mereka dalam target kecil terbungkus emas yang bahkan lebih kecil dari kuku jari.
Panas dari laser akan meleburkan isotop menjadi satu dalam sebuah reaksi 100 juta derajat Celcius, lima kali lebih panas dari inti matahari.
Ada potensi bahaya radioaktif ringan, tetapi laboratorium membungkus fasilitas dengan dinding beton dengan ketebalan sekitar 2 meter.
Tetapi jika penggabungan isotop berhasil hasilnya sangat luar biasa, matahari kecil tersebut akan mengeluarkan energi yang cukup untuk menyuplai energi ke seluruh bumi.
Maka dari itu, sekitar tenaga 200 triliun per detik bisa dikeluarkan. “Fusi energi merupakan sumber energi paling fundamental di alam,” ujar Manajer Proyek Bruno Van Wonterghem.
Jika sukses, laboratorium berharap proyek yang telah berjalan selama 5 tahun akan mengantarkan keluaran energi yang bisa digunakan selama 20 tahun. “Ada sesuatu yang bisa diceritakan kepada anak dan cucu nantinya,” ujar Van Wonterghem.

Inilah Ledakan Aurora dalam Terang Bulan !!

Aurora borealis adalah salah satu fenomena alam terindah di Bumi. Merekam keindahannya dengan kamera, apalagi dalam kondisi terang bulan purnama, bukanlah hal mudah sebab cahaya aurora borealis akan “kalah” oleh cahaya bulan.
Tapi, fotografer asal Jerman Kerstin Langenberger berhasil melakukannya. Dalam fotonya, aurora borealis terlihat terang dalam cahaya Bulan, seolah fenomena tersebut muncul di siang bolong.
Langenberger berhasil memotret setelah menantia selama 300 jam menunggu fenomena itu muncul. Ia mengungkapkan, “Aurora harus sangat terang untuk bisa tampak saat ada Bulan. Ini jarang terjadi sehingga gambar seperti ini sangat jarang.”
Foto Langenberger berhasil menguak keindahan Thingvellir National Park, tempat pengambilan foto yang menjadi salah satu situs warisan dunia UNESCO. Dalam foto itu, aurora tampak sebagai ledakan cahaya hijau dan ungu.
Aurora dijumpai di Kutub Utara dan kutub selatan Bumi. Aurora yang dijumpai di kutub utara disebut Aurora Borealis atau Northern Light sementara yang dijumpai di Kutub selatan disebut Aurora Australis.
Fenomena ini muncul akibat partikel bermuatan dari Matahari yang dihantarkan ke Bumi. Partikel tersebut tertarik oleh medan magnet Bumi, melepaskan energi hingga menghasilkan cahaya di lapisan ionosfer.
Kemunculannya tiba-tiba. Langenberger harus tiba di lokasi siang hari sehingga bisa mempersiapkan semua alat-alat untuk memotret. Malam harinya, ia harus sabar menanti si aurora datang.
“Kesulitannya adalah mengetahui dimana aurora muncul dan seperti apa nanti. Untuk waktu lama, tak ada yang terjadi dan hanya bisa menunggu. Namun, tiba-tiba langit malam hari mengalami ledakan aurora,” kata Langenberger.
Langenberger mengungkapkan, “Ledakan aurora biasanya bertahan hingga beberapa menit, lalu ia akan menghilang. Aurora mungkin muncul lagi, tetapi bisa juga tidak. Tak ada yang tahu nantinya.”
Aurora bukan hanya bisa muncul di Bumi. Hubble Space Telescope pernah menangkap fenomena aurora di Jupiter dan Saturnus, bahkan di satelit Jupiter yaitu Io, Europa dan Ganymede. Uranus dan Neptunus dilaporkan juga memiliki aurora.

Senin, 05 November 2012

Lubang Hitam 'Supermassive' Bermassa Rendah Ditemukan

Para ilmuwan dari berbagai kampus di Amerika Serikat menemukan lubang hitam (black hole) "supermassive" bermassa terendah di  galaksi NGC 4178. Lubang Hitam itu ditemukan melalui teleskop Chandra X-ray Observatory NASA dan beberapa teleskop lain.

Galaksi berbentuk spiral itu, menurut para ilmuwan, bukan jenis galaksi yang mampu menaungi lubang hitam "supermassive" dan diperkirakan memiliki asal berbeda.

Lubang hitam "supermassive" merupakan tipe lubang hitam terbesar yang menghuni sebuah galaksi dan terdiri dari ratusan hingga jutaan massa matahari.

Melalui analisis data Chandra dan teleskop Spitzer NASA, para ilmuwan memperkirakan lubang hitam itu berada di tengah spiral galaksi dan mempunyai kisaran massa paling rendah dari jajaran lubang hitam "supermasive".

Nilai massa lubang hitam di pusat NGC 4178 itu diperkirakan sekitar 360 ribu kali lipat dari massa matahari. Lubang hitam itu mampu menarik materi dari lingkungan sekitarnya dengan cepat jika dilihat dari sifat sumber sinar X-nya, termasuk kecerahan dan spektrum.

NGC 4178 merupakan galaksi spiral yang tidak mengandung konsentrasi cerah atau bintang di pusatnya dan terletak sekitar 55 juta tahun cahaya dari Bumi.

Selain NGC 4178, para ilmuwan memperkirakan empat galaksi lain tanpa tonjolan juga mengandung lubang hitam supermasif. Dua dari empat lubang hitam di empat galaksi itu memiliki nilai massa seperti lubang hitam di galaksi NGC 4178.

Sementara, observasi XMM-Newton dari sumber sinar X yang ditemukan dengan teleskop Chandra di pusat galaksi NGC 4561 menunjukkan massa lubang hitam di galaksi itu 20.000 kali lebih besar dari massa matahari.

Para ilmuwan yang terlibat dalam penemuan lubang hitam "supermassive" mini itu antara lain Shobita Satyapal dan Mario Gliozzi dari George Mason University; Teddy Cheung dari National Academy of Science di Washington DC; Anil Seth dari University of Utah di Salt Lake City UT; dan Torsten Boeker dari ESA / ESTEC di Belanda.

Minggu, 04 November 2012

Sebelum Tertelan Lubang Hitam, Bintang "Menjerit"


Para ilmuwan mencatat jatuhnya suatu bintang yang ditelan oleh Lubang Hitam, mengeluarkan bunyi mirip jeritan manusia.  "Anda dapat menganggapnya seperti itu jika mendengarkannya," kata astronom Jon Miller dari Universitas Michigan.

Namun dalam ruang angkasa, tidak ada yang dapat mendengar suara. Tanpa media untuk menyalurkannya, gelombang suara tidak dapat melakukan perjalanan melalui ruang vakum. Miller menjelaskan, yang dimaksudkannya dengan "jeritan" adalah bintang memancarkan sinyal osilasi pada frekuensi yang, jika dikonversi menjadi sesuatu yang terdengar, akan terdengar seperti suara jeritan.

Sinyal, secara ilmiah dikenal sebagai  osilasi quasiperiodic terus terjadi setiap 200 detik, tapi kadang-kadang menghilang. "Sinyal tersebut seringkali terdeteksi pada Lubang Hitam yang lebih kecil dan mereka diyakini berasal dari materi akan segera tersedot," kata Rubens Reis, dari Einstein Postdoctoral Fellow, yang menuliskan temuan itu dalam Science Express.

"Sebelum tersedot Lubang Hitam, sisa-sisa bintang yang telah aus harus membentuk sebuah cakram akresi di sekitar Lubang Hitam," kata Reis. "Cakram akan memanas dan kita bisa melihat emisi yang dipancarkan sangat dekat dengan Lubang Hitam dalam sinar-X. Saat tersedot, terjadi goyangan quasiperiodic dan sinyal itu kami deteksi."

Sebuah tim di Universitas Michigan mencatat sinyal itu menggunakan teleskop Suzaku dan XMM-Newton yang mengorbit di angkasa. Sementara fenomena serupa telah diamati dalam Lubang Hitam sebelumnya, para ilmuwan tidak pernah mendeteksi peristiwa semacam itu dari lokasi yang begitu jauh. Jarak Lubang Hitam dari galaksi kita sekitar 3,9 miliar tahun cahaya dari Bumi, di konstelasi Draco.

"Penemuan kami membuka kemungkinan mempelajari orbit yang dekat dengan Lubang Hitam dari jarak yang sangat jauh, dan itu bisa memungkinkan untuk belajar relativitas umum di bawah pengaturan yang ekstrem," kata Miller.